Arsip untuk Sirah kategori

Ikhtisar Sirah Rasul dan Sahabat

Posted in Sirah dengan kaitan (tags) , , , on September 11, 2008 by food4healthy

PRA-ISLAM

Jazirah Arab diantara dua imperium besar : Romawi dan Persia, akan tetapi tidak pernah terjajah karena faktor alam.

Ketika itu, Syam dan Mesir merupakan bagian dari Romawi sedangkan Iraq merupakan bagian dari Persia. Karena diantara kedua imperium tersebut selalu terjadi peperangan maka rute perdagangan dari India dan Teluk Persia menuju Laut Tengah via Iraq menjadi rusak. Para pedagang lalu mengambil jalur perdagangan dari Yaman, lewat Makkah, menuju ke Gaza, Damaskus, dan Laut Tengah. Makkah juga kondusif sebagai pusat perdagangan karena dianggap sebagai Tanah Haram yang harus steril dari pertumpahan darah.

Sebagian besar penduduk Makkah adalah penyembah banyak tuhan (musyrik), dan mereka memiliki adat istiadat yang jauh dari keluhuran nilai-nilai moral (penindasan masyarakat lemah, perjudian, pelacuran, pembunuhan, kecurangan, dan sebagainya), kecuali bahwa mereka masih menjunjung tinggi beberapa adat istiadat seperti menghormati tamu dan fanatisme kesukuan.

Muhammad dilahirkan dari keturunan Isma’il, pada Tahun Gajah (571 M) dimana Abrahah melakukan penyerangan terhadap Ka’bah. Ayah beliau wafat ketika beliau masih dalam kandungan.

Diasuh oleh Halimah As-Sa’diyah.

Ibunda beliau wafat ketika beliau berusia 6 tahun.

Bersama sang kakek (Abdul Muthallib) sampai usia 8 tahun.

Bersama sang paman (Abu Thalib).

Menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun.

Memiliki kebiasaan berkhalwat.

BA’DAL BI’TSAH (SESUDAH DIUTUS SEBAGAI RASUL)

Menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun.

Berdakwah secara sembunyi-sembunyi sampai tahun ke-3 kenabian.

Berdakwah secara terang-terangan kepada penduduk Makkah sampai tahun ke-10 kenabian :

  1. Beberapa sahabat Nabi hijrah ke Habasyah pada tahun ke-5 kenabian.
  2. Hamzah dan Umar masuk Islam pada tahun ke-6 kenabian.
  3. Boikot tiga tahun terhadap Bani Hasyim dan Banil Muthallib.
  4. Tahun Duka Cita (wafatnya Abu Thalib dan Khadijah) pada tahun ke-10 kenabian.
  5. Isra’ dan Mi’raj

Berdakwah secara terang-terangan kepada penduduk di luar Makkah sampai tahun ke-13 kenabian :

  1. Berdakwah ke Thaif
  2. Bai’ah Aqabah I (Bai’atun Nisa’)
  3. Bai’ah Aqabah II (Bai’atul Harb)

Hijrah ke Madinah

  1. Membangun masjid, mempersaudarakan antara muhajirin dan anshar, membangun negara atas dasar Piagam Madinah.
  2. Perang Badar Kubra (Ramadhan 2 H) – 313 orang vs 1300 orang.
  3. Perang Bani Qainuqa’ (Syawwal 2 H)
  4. Perang Uhud (Syawwal 3 H) – 1000 orang vs 3000 orang.
  5. Perang Bani Nadhir (Rabi’ul Awwal 4 H)
  6. Perang Ahzab (Khandaq) (Syawwal 5 H) – 3000 orang vs 4000 + 6000 orang
  7. Perang Bani Quraidhah (Dzul Qa’dah 5 H)
  8. Perang Hudaibiyyah (Dzul Qa’dah 6 H)
  9. Mengirim surat dakwah kepada para raja (Raja Najasyi di Habasyah, Muqauqis di Mesir, Kisra di Persia, Kaisar Romawi, Penguasa Bahrain, Penguasa Yamamah, Penguasa Damaskus, Penguasa Oman)
  10. Perang Khaibar (Muharram 7 H) – 1400 orang vs Yahudi dalam 8 benteng
  11. Perang Mu’tah (Jumadil Ula 8 H) – 3000 orang vs 200,000 orang.
  12. Fathu Makkah (Ramadhan 8 H) – 10,000 orang
  13. Perang Hunain (Hawazin) (Syawwal 8 H) – 10,000+2,000 orang
  14. Perang Tabuk (Rajab 9 H) – 30,000 orang
  15. Haji Wada’ (Dzul Hijjah 10 H)
  16. Wafatnya Rasulullah (Senin, 12 Rabi’ul Awwal 11 H)

Setidak-tidaknya, tercatat 30 ghazwah (belum termasuk sariyyah) sesudah hijrah. Ini berarti dalam setiap tahun rata-rata terdapat 3 ghazwah (empat bulan sekali).

KHILAFAH RASYIDAH (30 tahun, dari 11-41 H)

Kekhalifahan Abu Bakr Ash-Shiddiq (11-12 H / 632-633 M)

  1. Membasmi nabi-nabi palsu
  2. Perang Riddah (memerangi orang-orang yang murtad)
  3. Merintis pembebasan Syam dan Iraq
  4. Mengumpulkan Al-Qur’an

Kekhalifahan Umar ibnul Khaththab Al-Faruq (13-23 H / 634-644 M)

  1. Melakukan pembebasan seluruh Jazirah Arab, Syam (Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina), Mesir, Libia, Iraq, Persia (Iran), Armenia, Azerbaijan dan Tabaristan.
  2. Melakukan pembaruan dalam administrasi negara, seperti pendirian Baitul Maal dan pembentukan angkatan bersenjata yang digaji.

Kekhalifahan Utsman ibn ‘Affan (23-35 H / 644-656 M)

  1. Membebaskan Pulau Siprus, merintis pembebasan Afrika Utara di sebelah barat Mesir, melakukan perang laut yang pertama melawan Romawi.
  2. Membukukan Al-Qur’an.

Kekhalifahan Ali ibn Abi Thalib (35-40 H / 656-661 M)

  1. Mempertahankan pembebasan dan fokus urusan dalam negeri

Kekhalifahan Al-Hasan ibn Ali (41 H / 662 M)

Sumber : http://menaraislam.com

Meneladani Rasulullah #1

Posted in Ad Da'wah, Sirah dengan kaitan (tags) , , , , , on September 1, 2008 by food4healthy

Ramadhan gini, enaknya ngapain ya…?

Hmm, gimana kalo nulis ja gih …
Ok, kita mulai dari satu pembicaraan menarik, yaitu membicarakan seseorang yang selama ini kita jadikan tauladan. Yup, siapa lagi kalau bukan Rasulullah saw. Siapa sih bliau itu? Bagi seorang muslim tentunya hampir tiap hari mendengar kata itu. Atau malah melafadzkannya … beberapa kali dalam sehari semalam, yaitu dalam shalatnya.
Tapi seperti apa sih bliau itu? Sampai-sampai sudah dinobatkan sama orang Barat sono sebagai tokoh nomor satu paling berpengaruh di dunia ini, kok malah kita sendiri yang mengaku sebagai ummatnya, malah belum mengenalnya?
Kalau begitu, mari kita coba menelurusi jejak – jejak sejarah bliau secara lebih dekat… Mari.
Pertama, dari masa kanak-kanak hingga remaja.
Hm, kita sudah tahu ya kalau bliau itu lahir tanpa ayah. Gimana? Bisa ngebayangin gak? Mungkin yang lahir lengkap ada bapak-ibu disamping, agak sulit untuk merasakan bagaimana rasanya terlahir dari keluarga yang tanpa ayah. Bahkan ketika umur baru mencapai 6 tahun sudah ditinggal pergi sang Ibu tercinta. Hem…sakit hati gak tuh rasanya? Mungkin kalau masih anak-anak, belum tahu apa itu hidup, apa itu mati. Jadi ya… life always must go on. Maka Rasul pun harus berlapang dada hidup apa adanya. Tanpa kasing sayang dari Ibunda tercinta, tapi hanya didikan dari sang Kakek dan akhirnya karena sang Kakek pun meninggal, dilanjutkan oleh sang Paman yang ternyata memiliki pengaruh luar biasa dari sisi ketokohannya di mata masyarakat.
Yang pasti, sejak anak-anak hingga masa remaja, Rasul selalu diajari untuk tidak berbohong dan berani bertanggung jawab. Buktinya? Lihat saja ketika Rasul pada umur 12 tahun diajak berdagang oleh Pamannya ke Negeri Syam (Syiria). Pasti dalam melakukan bisnis agar usaha bisnis itu berhasil, satu kunci paling penting adalah kejujuran. Benar tidak? (Coba baca buku business with heart-nya HK deh)
Nah, lalu persoalan tanggung jawab, dari mana Rasulullah diajarkan itu? Yup, benar! Dari perintah pamannya untuk menggembala domba, eh kambing kali ya. Dari pengalaman inilah tumbuh juga jiwa kepemimpinannya, yang dikemudian hari diakui oleh semua kalangan bahwa ialah Sang Pemimpin paling Bijaksana.
Gimana coba, udah bisa ngebayangin Rasulullah belum, waktu masih kecil… seeprtinya gak seperti kita ya..? Beda jauh pastinya. Lha wong Rasul belum mengenal namanya sekola, tulis-menulis, pun juga main-mainan kelereng, bola, apalagi air… hiiii.
Kedua, kehidupan rasul waktu dewasa.
Masa ini adalah masa dimana Rasulullah mulai dipercaya untuk memegang amanah. Terbukti ketika ada permasalahan di tengah masyarakat, Rasul-lah yang diminta untuk menjadi hakim alias penyelesainya. Masih ingat kan kasus peletakan hajar aswad? Ya, itulah salah satu bukti konkrit bagaimana Rasulullah menjadi pemecah (solusi) atas permasalahan ummat. Yang pasti Rasulullah hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong, termasuk juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq (yang benar) dan Al-Amin (yang terpercaya). Sifat lain yang dimilikinya, meskipun masih remaja atau dewasa setengah matang ialah Rasulullah sangat menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim. Mungkin ini disebabkan oleh latar belakang bliau sendiri yang terlahir sebagai anak yatim sehingga ketika bertemu dengan mereka, maka Rasul selalu berusaha untuk menolongnya.

Selanjutnya….
Ketiga, kehidupan rasul saat berumah-tangga
.
Keempat, kehidupan rasul saat kenabian. (Bersambung ya….)