Arsip untuk Pernik kategori

KONTROVERSI IKLAN PKS

Posted in Pernik dengan kaitan (tags) , , on November 14, 2008 by food4healthy

Mencermati perkembangan suhu perpolitikan akhir2 ini memang sptnya lumayan sudah mulai memanas… meski secara real nya cuaca malah berkebalikannya; MENDUNG.
Ok, menanggapi kontroversi iklan pks ditelevisi, (lagi-lagi saya musti cari jalan lain biar bisa menyaksikan iklan yang ckp menghebohkan itu…. coz ndak ada teve dirumah je…pake you tube!)
Jadi, mungkin nggak utuh yang apa yang ada dlm pemahaman ane.
Tapi secara sekilas, ane pribadi melihat ada manfaat-mudhorot dari iklan itu. Tinggal diEVALUASI banyak manfaat atau malah sebaliknya.. .???
Nah, karena nasi sudah menjadi bubur… maka baiknya memang dicari kekurangan dari ‘usaha’ sosialisasi lambang dan no partai itu, apa tepat sasaran dan sesuai target ataukah tidak??
Secara pribadi, saya melihat masih lebih banyak positif alias manfaat dari iklan itu.
1. PKS menjadi tidak asing lagi di mata masyarakat awam (anak muda-orang2 tua).
2. PKS membuka ruang dialog yang ‘lebih terbuka’ dengan kelompok umat muslim lainnya, NU dan Muhamadiyah.
3. PKS membuat image baru; partai terbuka, kreatif, dan tidak lagi ekslusif.

Persoalan gelar Soeharto menjadi pahlawan, saya kira itu menjadi wacana tersendiri dan membuka kedewasaan berpikir masy dalam menilai seorang pemimpin. –> mnjd perlajarn sngt berharga bagi calo2n pemimpin negeri ini di masa datang. Jadi apa yang dilontarkan oleh iklan PKS itu, masih sangat umum dan terlalu dini jika langsung menjustifikasinya PKS trmsk kroni2nya Soeharto.

Nah, tinggal persoalan dnegan NU dan Muhammadiyah, sptnya akan membuka ‘mata’ masyarakat, sbnrnya mana yang lebih bisa untuk bersikap lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi setiap persoalan. Karena kasus ‘perebutan’ konstituen semacam ini sudah berulang kali terjadi, terutama di daerah Jogja dan Jateng saat Rmdhn tahun kemaren… Tapi alangkah lebih baik lagi jika persoalan ini ebrakahir dengan tertemukannya titik singgung dari 3 kelompok Islam terbesar di Indonesia itu….

Mudah2-an

Salam,
Umar
(masih terus belajar dan blajar lagi dalam menyikapi setiap konflik dan persoalan … hidup …)


Menjadi Saksi Ahli

Posted in Pernik dengan kaitan (tags) , , , on September 23, 2008 by food4healthy

Wah, gak nyangka neh, baru masuk beberapa bulan di Balai POM Palangkaraya dah diminati sebagai “saksi ahli” dalam kasus penyelundupan gula rafinasi. Gimana coba perasaannya… Antara takut dengan tertantang. Antara was-was dan keyakinan. Tapi udah deh, dicoba saja.

Akhirnya, dengan diantar oleh Om Tamjid, Kepala Sie Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Palangkaraya, kami berdua menuju Kantor Polres Palangkaraya yang berada hanya berjarak kurang lebih 500 meter diseberang jalan. Menggunakan Kijang hitam 90-an, kami menuju Polres dengan membawa “kitab SNI” sebagai buku wajib pegangan kami sebagai tim Penguji (Analis Keamanan Pangan).

Sesampainya di dalam, kami langsung menemui KaNit … yang ternyata pernah mengenyam pendidikan di S1 Kimia IPB Bogor, tapi hanya satu semester. Dengan berbekal informasi sekilas itu, sedikit agak lega bahwa bahwa tidak sedikit juga polisi yang mengenyam pendidikan ‘egaliter’ sehingga mengurangi kesan otoriterianisme polisi. Wah kayak apa saja… Tapi memang begitu pemahaman masyarakat awam. Apalagi bagi mereka yang tidak pernah berurusan dengan polisi. Bagi penulis pribadi, urusan dengan polisi, sedikit banyak bisa membuat gambaran bahwa polisi itu masih banyak yang perlu diperbaiki. Jangan sampai sindiran film-film India menjadi kenyataan.

Oke deh, dengan langkah pasti mulailah penulis menjelaskan tentang persoalan gula rafinasi. Setelah dijelaskan sedikit banyak tentang gula impor ini, ternyata nampak terlihat jelas tanda tanya besar dari mereka. ”Ternyata oh ternyata begitu to..” Ya, jadi memang pada dasarnya secara medis tidak berbahaya apabila gula ini dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Hanya saja kita sebagai warga yang taat hukum, wajib menerapkan hukum yang telah disepakati bahwa gula rafinasi impor tidak boleh di konsumsi secara langsung oleh masyarakat, namun hanya diperuntukan bagi kalangan indistri makanan dan minuman serta farmasi.

Akhirnya, tetap saja penulis diminta kesaksiannya untuk menguji kebenaran sampel yang didapat oleh pak polisi itu apakah benar2 gula rafinasi yang didapat dari impor ataukah bukan? Nah, inilah pertanyaan yang tidak bisa penulis jawab. “Bagaimana ya membuktikannya?” “Lha wong itu bahan dasarnya sama, proses pengolahannya sama, cuma istilahnya gula rafinasi itu berbahan baku impor sedangkan gula kristal putih itu yang biasa dikonsumsi sehari- hari adalah hasil perahan sukrosa dari tebu rakyat asli negeri ini. “Tinggal mau pilih yanga to?” Tapi untuk bahasa hukum tetap harus dijelaskan dan di proses secara hukum. Prinsip keadilan harus diterapkan disini. Bisa kah?

Lihat saja proses selanjutnya…

Pengalaman Pertama Mengajar…

Posted in Akademika, Pernik dengan kaitan (tags) , , , on September 20, 2008 by food4healthy

Akhirnya, diberi kesempatan juga olehNya melalui rekan kerja di kantor, untuk menularkan ilmu yang selama ini telah diperlajari di kampus kepada adek-adek mahasiswa DIII Farmasi UMP (Universitas Muhamadiyah Palangkaraya). Bukan tidak apa-apa, karena pada awalnya dulu tidak pernah terpikir dalam benak untuk menjadi seroang dosen, pengajar, apalagi guru. Mungkin pernah terpikir untuk menjadi dosen, tapi itu di universitas ternama dengan pertimbangan fasilitas yang dimiliki lebih lengkap tentunya. Namun mengingat kemampuan yang ada, keinginan itu segera dihapus dan diganti dengan planning-planning lainnya. Dan sekarang, ketika telah memasuki dunia kerja, baru bisa dipahami betapa memang sangat mulia bekerja atau berprofesi sebagai guru (pendidik). Apabila memang dengan niat yang ‘ikhlas’ yaitu untuk mencetak generasi baru yang cerdas, sehingga banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, maka suatu aktifitas yang sangat mulia. Hari ini saya memulainya.

Dengan seorang rekan yang mirip-mirip sebagai seorang ‘profesor’ menjadikan persiapan yang saya lakukan tidak begitu repot. Cukup terbantukan dengan kemampuan ‘materi’ yang dimilikinya dipadukan dengan kemampuan yang ‘pas-pas-an’ yang saya miliki. Maka suasana kelas pun menjadi cukup hidup. Ya, mungkin karena ini masih di awal pertemuan, sehingga belum masuk ke materi intinya. Khawatir saya adalah kejadian sebagaimana dulu saya alami sebagai mahasiswa ialah merasakan kebosanan, ngantuk, ataupun tidak semangat dalam mengikuti kelas yang diajarkan. Salah satu penyebabnya ialah cara mengajar dosen yang sangat serius; tidak memberikan ‘ruang berpikir kreatif’ bagi siswa untuk mengeluarkan ide-ide dan pendapatnya.

Harapan saya, untuk pertemua-pertemuan selanjutnya juga tidak kalah serunya dengan pertemuan pertama ini. Target saya, terkait dengan infromasi yang selama ini saya terima, yaitu siswa-siswa yang malas belajar, dengan indikasi nilai yang rendah tidak terjadi dalam mata kuliah ini. Coba nanti dibuktikan saja.