<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk umar saifudin</title>
	<atom:link href="http://umarsaifudin.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://umarsaifudin.wordpress.com</link>
	<description>Mengikat Ilmu dengan Pena</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Feb 2009 12:11:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Saat Pertama Menginjakan Kaki di Bumi Palangka oleh Rafa</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/07/19/tentang-kalimantan/#comment-29</link>
		<dc:creator>Rafa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 12:11:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=6#comment-29</guid>
		<description>Assalamua&#039;alaikum Mas. Salam kenal. Numpang tanya. InsyaAllah tahun ini saya rencana ke Palangkaraya. Punya info hotel murah meriah,aman,bersih&amp;bukan hotel remang-remang? trims:)

&gt;&gt;&gt; wa&#039;alaikumsalam wr wb... Iya, selamat datang sebelumnya di Kota Cantik Palangkaraya... Disini hotel ada beberapa yang dijamin aman dan nyaman, spt hotel Dandang Tingang @ Jl Yos Sudarso samping TVRI atau hotel Batu Suli @ Jl.C.Bangas. Untuk yang lain bisa di hotel Lampang, Sakura atau lainnya... di sekitar Pasar Besar dekat masjid Agung PLKY.. tapi suasananya cukup ramai. Nah untuk biaya coba cek langsung di web site nya (kalau ada). kemarin ada teman kalau gak salah sekitar 300-500rb. Btw, dalam rangka apa neh ke Palangkaraya??
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamua&#8217;alaikum Mas. Salam kenal. Numpang tanya. InsyaAllah tahun ini saya rencana ke Palangkaraya. Punya info hotel murah meriah,aman,bersih&amp;bukan hotel remang-remang? trims:)</p>
<p>&gt;&gt;&gt; wa&#8217;alaikumsalam wr wb&#8230; Iya, selamat datang sebelumnya di Kota Cantik Palangkaraya&#8230; Disini hotel ada beberapa yang dijamin aman dan nyaman, spt hotel Dandang Tingang @ Jl Yos Sudarso samping TVRI atau hotel Batu Suli @ Jl.C.Bangas. Untuk yang lain bisa di hotel Lampang, Sakura atau lainnya&#8230; di sekitar Pasar Besar dekat masjid Agung PLKY.. tapi suasananya cukup ramai. Nah untuk biaya coba cek langsung di web site nya (kalau ada). kemarin ada teman kalau gak salah sekitar 300-500rb. Btw, dalam rangka apa neh ke Palangkaraya??<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengalaman Pertama Mengajar&#8230; oleh priwit</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/09/20/pengalaman-pertama-mengajar/#comment-28</link>
		<dc:creator>priwit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 05:25:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=180#comment-28</guid>
		<description>Kalo dulu pernah jadi ko-ass, pasti gak asing lagi kalo ada tantangan jadi dosen...
Met jadi dosen yg baik, agar mhs-nya gak ngantuk dan bosen...
&gt;&gt;&gt;&gt; Iya pak, bener sekali.... saya banyak belajar dari dosen2 TP termasuk Bapak yang sangat mengasyikan dari gara mengajarnya... coz banyak kasih cerita dan pengalaman... Terima kasih Pak..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo dulu pernah jadi ko-ass, pasti gak asing lagi kalo ada tantangan jadi dosen&#8230;<br />
Met jadi dosen yg baik, agar mhs-nya gak ngantuk dan bosen&#8230;<br />
&gt;&gt;&gt;&gt; Iya pak, bener sekali&#8230;. saya banyak belajar dari dosen2 TP termasuk Bapak yang sangat mengasyikan dari gara mengajarnya&#8230; coz banyak kasih cerita dan pengalaman&#8230; Terima kasih Pak..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Mengayuh Bahtera Surgawi: Ikhtiar Menggapai Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrahmah&#8221; oleh Ramli Abdul Rahim</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2009/01/27/mengayuh-bahtera-surgawi-ikhtiar-menggapai-keluarga-sakinah-mawaddah-warrahmah/#comment-27</link>
		<dc:creator>Ramli Abdul Rahim</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 23:49:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=234#comment-27</guid>
		<description>Salam ukhuwah

Tulisan yang cukup indah.

Salam dari Malaysia

&gt;&gt;&gt; Thanks....  Salam balik ukhuwah juga dari Indonesia.... Moga lain waktu bisa mampir di Malaysie... euy  ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam ukhuwah</p>
<p>Tulisan yang cukup indah.</p>
<p>Salam dari Malaysia</p>
<p>&gt;&gt;&gt; Thanks&#8230;.  Salam balik ukhuwah juga dari Indonesia&#8230;. Moga lain waktu bisa mampir di Malaysie&#8230; euy  ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengurai Konflik, Mendulang Hikmah (Catt atas Konflik yang terjadi di Jama&#8217;ah Shalahuddin UGM 1427 H) oleh purwoko</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/09/17/mengurai-konflik-mendulang-hikmah-catt-atas-konflik-yang-terjadi-di-jamaah-shalahuddin-ugm-1427-h/#comment-26</link>
		<dc:creator>purwoko</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 01:07:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=170#comment-26</guid>
		<description>ada beberapa catatan menurut saya:
Umar mencoba menuliskan apa yg dia rasakan, dan alasan atas pilihan dia ketika dia aktif di JS. Khususnya tt jenjang suara.

Sayangnya pilihan umar disini dikaitkan dengan alasan logika, yaitu harapan bahwa pengkaderan di JS akan menjadi lebih penting.

Alasan umar ini lemah menurut saya:
1. lemah karena alasan prediktif dipakai untuk menjadi dasar atas apa yg terjadi dan harus dihukumi saai itu juga. Ada unsur permainan kemungkinan disini.

2. Alasan yg menolah jenjang suara adalah asalan logika hukum berdasar TG/TB dan juga alasan yg didasarkan pada hukum islam. Nah disinilah letak kelemahan alasan umar yg kedua. Naqli di lawan Aqli yg sifatnya pun masih prediktif, yg (menurut saya) masih ada keraguan pada diri umar. Bukankah kita mesti meninggalkan hal2 yg kita ragu?

untuk point2 berikutnya, berisi cuplikan tulisan pak SekJen paKeEs yang ada pada buku &quot;menikmati demokrasi&quot;.

saya kutip &quot;Kita harus membedakan secara ketat antara pendapat yang lahir dari proses ilmiah yang sistematis dengan pendapat yang sebenarnya merupakan sekedar “lintasan pikiran” yang muncul dalam benak kita selama rapat berlangsung&quot;

saya kutip lagi &quot;Seandainya kemudian pilihan syuro itu memang terbukti salah, Allah swt dengan mudah akan mengurangi dampak negatif dari kesalahan itu. Baik dengan mengurangi tingkat resikonya atau menciptakan kesadaran kolektif yang baru yang mungkin tidak akan pernah tercapai tanpa pengalaman salah seperti itu&quot;


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada beberapa catatan menurut saya:<br />
Umar mencoba menuliskan apa yg dia rasakan, dan alasan atas pilihan dia ketika dia aktif di JS. Khususnya tt jenjang suara.</p>
<p>Sayangnya pilihan umar disini dikaitkan dengan alasan logika, yaitu harapan bahwa pengkaderan di JS akan menjadi lebih penting.</p>
<p>Alasan umar ini lemah menurut saya:<br />
1. lemah karena alasan prediktif dipakai untuk menjadi dasar atas apa yg terjadi dan harus dihukumi saai itu juga. Ada unsur permainan kemungkinan disini.</p>
<p>2. Alasan yg menolah jenjang suara adalah asalan logika hukum berdasar TG/TB dan juga alasan yg didasarkan pada hukum islam. Nah disinilah letak kelemahan alasan umar yg kedua. Naqli di lawan Aqli yg sifatnya pun masih prediktif, yg (menurut saya) masih ada keraguan pada diri umar. Bukankah kita mesti meninggalkan hal2 yg kita ragu?</p>
<p>untuk point2 berikutnya, berisi cuplikan tulisan pak SekJen paKeEs yang ada pada buku &#8220;menikmati demokrasi&#8221;.</p>
<p>saya kutip &#8220;Kita harus membedakan secara ketat antara pendapat yang lahir dari proses ilmiah yang sistematis dengan pendapat yang sebenarnya merupakan sekedar “lintasan pikiran” yang muncul dalam benak kita selama rapat berlangsung&#8221;</p>
<p>saya kutip lagi &#8220;Seandainya kemudian pilihan syuro itu memang terbukti salah, Allah swt dengan mudah akan mengurangi dampak negatif dari kesalahan itu. Baik dengan mengurangi tingkat resikonya atau menciptakan kesadaran kolektif yang baru yang mungkin tidak akan pernah tercapai tanpa pengalaman salah seperti itu&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengurai Konflik, Mendulang Hikmah (Catt atas Konflik yang terjadi di Jama&#8217;ah Shalahuddin UGM 1427 H) oleh zailani</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/09/17/mengurai-konflik-mendulang-hikmah-catt-atas-konflik-yang-terjadi-di-jamaah-shalahuddin-ugm-1427-h/#comment-25</link>
		<dc:creator>zailani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 00:29:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=170#comment-25</guid>
		<description>No.3 sebenarnya itu tulisan antum dan ada komentar saya, tapi entah kelupaan ngisi atau...

Komentar saya tidak di editkan, rasanya saya ada menulis dalam komentar tersebut tentang gambaran sejarah dengan mencontoh Al-qur&#039;an untuk membantah orang-orang yang tidak suka mengungkit sejarah masa lalu...
Tapi Wallahu A&#039;alam (Saya kelupaan atau tulisan saya di edit, tapi saya Khusnudzon azha pasti kelupaan)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>No.3 sebenarnya itu tulisan antum dan ada komentar saya, tapi entah kelupaan ngisi atau&#8230;</p>
<p>Komentar saya tidak di editkan, rasanya saya ada menulis dalam komentar tersebut tentang gambaran sejarah dengan mencontoh Al-qur&#8217;an untuk membantah orang-orang yang tidak suka mengungkit sejarah masa lalu&#8230;<br />
Tapi Wallahu A&#8217;alam (Saya kelupaan atau tulisan saya di edit, tapi saya Khusnudzon azha pasti kelupaan)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengurai Konflik, Mendulang Hikmah (Catt atas Konflik yang terjadi di Jama&#8217;ah Shalahuddin UGM 1427 H) oleh purwoko</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/09/17/mengurai-konflik-mendulang-hikmah-catt-atas-konflik-yang-terjadi-di-jamaah-shalahuddin-ugm-1427-h/#comment-24</link>
		<dc:creator>purwoko</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 06:14:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=170#comment-24</guid>
		<description>tulisan yang panjang..

saya belum membaca, tapi yang saya sayangkan dulu adalah adanya kekukuhan akan kebenaran sebuah pendapat. dimana pendapat itu lebih banyak keburukan yg ditimbulkan. 

Jika memang mengacu pada persatuan, mestinya pendapat2 yg kontraproduktif itu disingkirkan saja dari fikiran.

jadinya seperti sekarang, akan selalu digugat. Apalagi tidak (belum) ada keinginan untuk meminta maaf</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan yang panjang..</p>
<p>saya belum membaca, tapi yang saya sayangkan dulu adalah adanya kekukuhan akan kebenaran sebuah pendapat. dimana pendapat itu lebih banyak keburukan yg ditimbulkan. </p>
<p>Jika memang mengacu pada persatuan, mestinya pendapat2 yg kontraproduktif itu disingkirkan saja dari fikiran.</p>
<p>jadinya seperti sekarang, akan selalu digugat. Apalagi tidak (belum) ada keinginan untuk meminta maaf</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengurai Konflik, Mendulang Hikmah (Catt atas Konflik yang terjadi di Jama&#8217;ah Shalahuddin UGM 1427 H) oleh Azai</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/09/17/mengurai-konflik-mendulang-hikmah-catt-atas-konflik-yang-terjadi-di-jamaah-shalahuddin-ugm-1427-h/#comment-23</link>
		<dc:creator>Azai</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 01:52:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=170#comment-23</guid>
		<description>Bismillahirrahmanirrahim

Sebagai Pelaku Sejarah Konfilk saat itu, ada beberapa hal yang ingin saya luruskan dari Gambaran Antum tentang konflik tersebut.

1. Dari judul saja antum melakukan kesalahan, antum mencatat bahwa konflik tersebut terjadi pada tahun 1427 H, padahal zaman tahun 1427 H adalah jamannya Andi Prabowo, padahal konflik itu terjadi pada jamannya Huda (1425) H dan klimaksnya terjadi pada tahun 1426 H (jamannya latif), saya harap judul tsb mesti di ganti.

2. Catatan sejarah yang saya tulis lebih berpijak kepada sejarah, bukan analisis kondisi/sosial. (baca: www.azai82.multiply.com: melihat konflik JS berdasarkan fakta sejarah).

3. &quot;Karena pada dasarnya kita tidak diajarkan untuk mencari-cari kesalahan sesama muslim, tapi malah sebaliknya; membuka ruang selebar-lebarnya untuk sebuah maaf atau penerimaan yang ikhlas-suka rela (lilo legowo).&quot;

4, bagi kami persoalan yang hakiki sesuangguhnya adalah Jenjang suara. Persoalan ini begitu sangat penting karena sudah melanggar wilayah Syariah, prinsip-prinsip kesetaraan derajat manusia, dan yang paling mencelikkan mata kami bahwa jenjang suara adalah strategi politik yang mengijinkan segala perilaku demi tujuan tercapai merupakan praktik politik yang tercela dalam agama.
cobalah anda mengintip sekali-kali pendapat ulama yang saya lampirkan dalam blog saya.
saya sudah menyimpulkan dari pendapat para Ulama bahwa Jenjang suara sudah melanggar wilayah syariah berdasarkah Dalil Am al-hujarat:13 dan hadits La farqa bainal Arab wal azam Illa taqwa dan dalil Khass: contoh nyata pemungutan khlaifah 1 orang 1 suara adalah majelis syura yang di bentuk oleh khalifah Umar Ibnul Khattab untuk mencari penggantinya. (Cek: Yusuf Al-Qardhawi; fiqh Ad-daulah).
lalu bagaimana mungkin anda mengatakan ini ide kreatif atau inovatif padahal ini sudah melanggar syariah (Al-Qur&#039;an dan hadits yg telah menjadi rujukan JS) yang merencanakannya-pun mengatakan ini adalah ide guyonan.
berdasarkan penuturan Mukhlisin, ketika mereka rombongan 1 mobil ke pernikahan mas yanuar, saat itu di Mobil ada Mukhlisisn, Huda, Adib dan Yusuf (perekayasa jenjang suara), mereka malah dengan enaknya ngomong bahwa ide jenjang suara tersebut hanyalah ide guyonan tapi Umar malah mengatakan ide kreatif???, silahkan cross cek ke Mukhlisin atau ke purwoko.

5.&quot;Karena yang penulis yakini ialah semua orang yang terlibat dalam gerak langkah JS ialah orang-orang yang menginginkan kebaikan. Orang-orang yang menginginkan suatu perubahan menuju keadaan yang damai, penuh kasih-sayang, ukhuwah, dan dakwah yang optimal.&quot;

Saya-pun berkhusnudzon semoga orang-orang yang terlibat dalam jenjang suara adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan tapi tahukah antum bahwa Hukum islam tidak pernah membenarkan hal tersebut, kaidah usul Fiqh mengatakan: An-niyatul hasanah la tobarrirul haram, Niat yang baik tidak bisa membenarkan cara yang haram, kaidah ini di buat dari hadits rasulullah; barangsiapa yang mengumpulkan barang yang haram, kemudian menyadaqahkannya bukan pahala yang di dapat tetapi dosa. semulia apapun niat dan tujuan kita tidak bisa membenarkan cara-cara yang haram. (kaidah ini sudah saya ulas dalam blog saya).

6.  &quot;syuro pun membela hal yang sama. Sebab, berlaku sabda Rasulullah saw., “Umatku tidak akan pernah bersepakat atas suatu kesesatan.” Dengan begitu kita menjadi lega dan tidak perlu ngotot mempertahankan pendapat pribadi kita.&quot;

Antum telah melakukan kesalahan fatal dalam menggunakan hadits, cobalah sekali-kali anda mengkaji ushul fiqh, ilmu yang meletakkan dasar-dasar hukum islam, saya rekomendasikan kitab ushul fiqh karya abdul wahab Khalaf, Ulama besar mesir, saya mempelajarinya ketika umur 14 tahun kelas 1 mAKN.
Hadits tersebut adalah kehujjahan Ijma dan tidak bisa di pakai untuk Hujjah Syuro, karena di yakini hanya mujtahid dan Ulama yang tidak mungkin bersepakat dalam masalah agama untuk menuju kesesatan karena di hati mereka tidak terbesit untuk melakukan kesalahan ini sangat beda dgn umat muslim awam ada yang sholeh dan ada yang munafik. (Cek: ushul Fiqh: Abdul Wahhab Khallaf bab Ijma)

tapi akhirnya, dari konflik ini saya-pun berharap tidak ada kebencian menggenerasi, itulah kenapa ketika tahun 2007 saat syukuran saya karena Lulus tes hakim Agama, saya mengundang teman-teman LP dan JS yang dulu pernah berkonflik, ketika saya dimintai sambutan oleh andi Prabowo (moderator), ada pesan saya yang masih saya ingat, Konflik kita masa lalu tidak ada yang salah, yang salah adalah orang yang tidak mengambil ibrah dan hikmah dari konflik tersebut.
Akhir kata, semoga persaudaraan kita sebagai seorang muslim seperti yang di gambarkan rasulullah, seperti sebuah badan, apabila salah satu badan sakit maka yang merasakan sakitnya adalah seluruh badan tersebut.

&lt;em&gt;tapi satu hal, saya harap antum berkunjung lagi ke martapura, tolong sekalian di bawa umminya he he.&lt;/em&gt;

Selamat berjuang dan berdakwah saudaraku, semoga Allah selalu melindungi kita semua dimana-pun kita berada.

Ahmad jailani
Mantan Koordinator FPJS
&quot;ambil ibrah dan hikmah apapun yang terjadi dalam hidup kita&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahim</p>
<p>Sebagai Pelaku Sejarah Konfilk saat itu, ada beberapa hal yang ingin saya luruskan dari Gambaran Antum tentang konflik tersebut.</p>
<p>1. Dari judul saja antum melakukan kesalahan, antum mencatat bahwa konflik tersebut terjadi pada tahun 1427 H, padahal zaman tahun 1427 H adalah jamannya Andi Prabowo, padahal konflik itu terjadi pada jamannya Huda (1425) H dan klimaksnya terjadi pada tahun 1426 H (jamannya latif), saya harap judul tsb mesti di ganti.</p>
<p>2. Catatan sejarah yang saya tulis lebih berpijak kepada sejarah, bukan analisis kondisi/sosial. (baca: <a href="http://www.azai82.multiply.com" rel="nofollow">http://www.azai82.multiply.com</a>: melihat konflik JS berdasarkan fakta sejarah).</p>
<p>3. &#8220;Karena pada dasarnya kita tidak diajarkan untuk mencari-cari kesalahan sesama muslim, tapi malah sebaliknya; membuka ruang selebar-lebarnya untuk sebuah maaf atau penerimaan yang ikhlas-suka rela (lilo legowo).&#8221;</p>
<p>4, bagi kami persoalan yang hakiki sesuangguhnya adalah Jenjang suara. Persoalan ini begitu sangat penting karena sudah melanggar wilayah Syariah, prinsip-prinsip kesetaraan derajat manusia, dan yang paling mencelikkan mata kami bahwa jenjang suara adalah strategi politik yang mengijinkan segala perilaku demi tujuan tercapai merupakan praktik politik yang tercela dalam agama.<br />
cobalah anda mengintip sekali-kali pendapat ulama yang saya lampirkan dalam blog saya.<br />
saya sudah menyimpulkan dari pendapat para Ulama bahwa Jenjang suara sudah melanggar wilayah syariah berdasarkah Dalil Am al-hujarat:13 dan hadits La farqa bainal Arab wal azam Illa taqwa dan dalil Khass: contoh nyata pemungutan khlaifah 1 orang 1 suara adalah majelis syura yang di bentuk oleh khalifah Umar Ibnul Khattab untuk mencari penggantinya. (Cek: Yusuf Al-Qardhawi; fiqh Ad-daulah).<br />
lalu bagaimana mungkin anda mengatakan ini ide kreatif atau inovatif padahal ini sudah melanggar syariah (Al-Qur&#8217;an dan hadits yg telah menjadi rujukan JS) yang merencanakannya-pun mengatakan ini adalah ide guyonan.<br />
berdasarkan penuturan Mukhlisin, ketika mereka rombongan 1 mobil ke pernikahan mas yanuar, saat itu di Mobil ada Mukhlisisn, Huda, Adib dan Yusuf (perekayasa jenjang suara), mereka malah dengan enaknya ngomong bahwa ide jenjang suara tersebut hanyalah ide guyonan tapi Umar malah mengatakan ide kreatif???, silahkan cross cek ke Mukhlisin atau ke purwoko.</p>
<p>5.&#8221;Karena yang penulis yakini ialah semua orang yang terlibat dalam gerak langkah JS ialah orang-orang yang menginginkan kebaikan. Orang-orang yang menginginkan suatu perubahan menuju keadaan yang damai, penuh kasih-sayang, ukhuwah, dan dakwah yang optimal.&#8221;</p>
<p>Saya-pun berkhusnudzon semoga orang-orang yang terlibat dalam jenjang suara adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan tapi tahukah antum bahwa Hukum islam tidak pernah membenarkan hal tersebut, kaidah usul Fiqh mengatakan: An-niyatul hasanah la tobarrirul haram, Niat yang baik tidak bisa membenarkan cara yang haram, kaidah ini di buat dari hadits rasulullah; barangsiapa yang mengumpulkan barang yang haram, kemudian menyadaqahkannya bukan pahala yang di dapat tetapi dosa. semulia apapun niat dan tujuan kita tidak bisa membenarkan cara-cara yang haram. (kaidah ini sudah saya ulas dalam blog saya).</p>
<p>6.  &#8220;syuro pun membela hal yang sama. Sebab, berlaku sabda Rasulullah saw., “Umatku tidak akan pernah bersepakat atas suatu kesesatan.” Dengan begitu kita menjadi lega dan tidak perlu ngotot mempertahankan pendapat pribadi kita.&#8221;</p>
<p>Antum telah melakukan kesalahan fatal dalam menggunakan hadits, cobalah sekali-kali anda mengkaji ushul fiqh, ilmu yang meletakkan dasar-dasar hukum islam, saya rekomendasikan kitab ushul fiqh karya abdul wahab Khalaf, Ulama besar mesir, saya mempelajarinya ketika umur 14 tahun kelas 1 mAKN.<br />
Hadits tersebut adalah kehujjahan Ijma dan tidak bisa di pakai untuk Hujjah Syuro, karena di yakini hanya mujtahid dan Ulama yang tidak mungkin bersepakat dalam masalah agama untuk menuju kesesatan karena di hati mereka tidak terbesit untuk melakukan kesalahan ini sangat beda dgn umat muslim awam ada yang sholeh dan ada yang munafik. (Cek: ushul Fiqh: Abdul Wahhab Khallaf bab Ijma)</p>
<p>tapi akhirnya, dari konflik ini saya-pun berharap tidak ada kebencian menggenerasi, itulah kenapa ketika tahun 2007 saat syukuran saya karena Lulus tes hakim Agama, saya mengundang teman-teman LP dan JS yang dulu pernah berkonflik, ketika saya dimintai sambutan oleh andi Prabowo (moderator), ada pesan saya yang masih saya ingat, Konflik kita masa lalu tidak ada yang salah, yang salah adalah orang yang tidak mengambil ibrah dan hikmah dari konflik tersebut.<br />
Akhir kata, semoga persaudaraan kita sebagai seorang muslim seperti yang di gambarkan rasulullah, seperti sebuah badan, apabila salah satu badan sakit maka yang merasakan sakitnya adalah seluruh badan tersebut.</p>
<p><em>tapi satu hal, saya harap antum berkunjung lagi ke martapura, tolong sekalian di bawa umminya he he.</em></p>
<p>Selamat berjuang dan berdakwah saudaraku, semoga Allah selalu melindungi kita semua dimana-pun kita berada.</p>
<p>Ahmad jailani<br />
Mantan Koordinator FPJS<br />
&#8220;ambil ibrah dan hikmah apapun yang terjadi dalam hidup kita&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengurai Konflik, Mendulang Hikmah (Catt atas Konflik yang terjadi di Jama&#8217;ah Shalahuddin UGM 1427 H) oleh Wishnu</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/09/17/mengurai-konflik-mendulang-hikmah-catt-atas-konflik-yang-terjadi-di-jamaah-shalahuddin-ugm-1427-h/#comment-22</link>
		<dc:creator>Wishnu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 17:19:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=170#comment-22</guid>
		<description>Masih teringat juga dengan konflik itu? Memang banyak sekali teman yg terluka hatinya sampai saat ini. Salah satu hikmah yg dapat diambil menurutku: Pluralitas adalah salah satu kekuatan JS. Tetapi di sisi lain pluralitas adalah kelemahan JS yg paling besar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masih teringat juga dengan konflik itu? Memang banyak sekali teman yg terluka hatinya sampai saat ini. Salah satu hikmah yg dapat diambil menurutku: Pluralitas adalah salah satu kekuatan JS. Tetapi di sisi lain pluralitas adalah kelemahan JS yg paling besar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengurai Konflik, Mendulang Hikmah (Catt atas Konflik yang terjadi di Jama&#8217;ah Shalahuddin UGM 1427 H) oleh unggul</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/09/17/mengurai-konflik-mendulang-hikmah-catt-atas-konflik-yang-terjadi-di-jamaah-shalahuddin-ugm-1427-h/#comment-21</link>
		<dc:creator>unggul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 17:17:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=170#comment-21</guid>
		<description>To mas Umas:

Enak ya.... menerbitkan buku putih......!!! hohoohohoho..... 

To Rara:

Kita semua punya indera to? ya mngkin akan lebih baik bagi kita jika kita optimalkan indera itu untuk melihat, mendengar dan merasakan......
Kalo anda mangkel....apalagi saya MBAK......!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To mas Umas:</p>
<p>Enak ya&#8230;. menerbitkan buku putih&#8230;&#8230;!!! hohoohohoho&#8230;.. </p>
<p>To Rara:</p>
<p>Kita semua punya indera to? ya mngkin akan lebih baik bagi kita jika kita optimalkan indera itu untuk melihat, mendengar dan merasakan&#8230;&#8230;<br />
Kalo anda mangkel&#8230;.apalagi saya MBAK&#8230;&#8230;!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengurai Konflik, Mendulang Hikmah (Catt atas Konflik yang terjadi di Jama&#8217;ah Shalahuddin UGM 1427 H) oleh rara</title>
		<link>http://umarsaifudin.wordpress.com/2008/09/17/mengurai-konflik-mendulang-hikmah-catt-atas-konflik-yang-terjadi-di-jamaah-shalahuddin-ugm-1427-h/#comment-20</link>
		<dc:creator>rara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 03:33:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://umarsaifudin.wordpress.com/?p=170#comment-20</guid>
		<description>astaghfirullah..alhamdulillah dan jazakumullah atas tulisan ini pak.
saya sebagai salah satu BP musyak 1427 merasakan benar konflik yang terakhir karena mencuat saat musyak dan ikut dalam debat tidak penting mengenai hal ini . 
ujung-ujungnya ternyata panjang juga, sampai awal tahun ini masih ada yang coba mengungkit masalah ini. ada yang minta maaf dsb. sebenarnya saya sendiri sudah tidak mempermasalahkan lagi karena saat itu emosi terasa lebih mengemuka daripada logika dan ilmu. jadi memang tidak sehat. semoga masalah ini tidak diungkit2 lagi ke permukaan, dijadikan pelajaran memang harus yaitu bahwa setiap anggota JS harus siap hidup dalam perbedaan dengan tetap saling menghormati dan menghargai dan lebih mengedepankan iklim diskusi yang baik dan sopan juga iklim tabayyun dan menempatkan masalah pada porsi yang tepat.toh pasca peristiwa itu insya Allah anggota JS semakin solid. 
saya sempat mangkel dengan kebiasaan anggota JS yang suka mengungkap segala pikiran dan perasaan yang terpendam di musyak, bukannya dari dulu ldan angsung saja pada pihak berwenang, jadinya musyak panjang dan lama juga membosankan. karena yang lain malas ikut-ikutan selain karena ga dong juga tidak merasa perlu.
wallahu a&#039;lam. semoga Allah mengampuni semua pihak yang pernah terlibat dalam konflik itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>astaghfirullah..alhamdulillah dan jazakumullah atas tulisan ini pak.<br />
saya sebagai salah satu BP musyak 1427 merasakan benar konflik yang terakhir karena mencuat saat musyak dan ikut dalam debat tidak penting mengenai hal ini .<br />
ujung-ujungnya ternyata panjang juga, sampai awal tahun ini masih ada yang coba mengungkit masalah ini. ada yang minta maaf dsb. sebenarnya saya sendiri sudah tidak mempermasalahkan lagi karena saat itu emosi terasa lebih mengemuka daripada logika dan ilmu. jadi memang tidak sehat. semoga masalah ini tidak diungkit2 lagi ke permukaan, dijadikan pelajaran memang harus yaitu bahwa setiap anggota JS harus siap hidup dalam perbedaan dengan tetap saling menghormati dan menghargai dan lebih mengedepankan iklim diskusi yang baik dan sopan juga iklim tabayyun dan menempatkan masalah pada porsi yang tepat.toh pasca peristiwa itu insya Allah anggota JS semakin solid.<br />
saya sempat mangkel dengan kebiasaan anggota JS yang suka mengungkap segala pikiran dan perasaan yang terpendam di musyak, bukannya dari dulu ldan angsung saja pada pihak berwenang, jadinya musyak panjang dan lama juga membosankan. karena yang lain malas ikut-ikutan selain karena ga dong juga tidak merasa perlu.<br />
wallahu a&#8217;lam. semoga Allah mengampuni semua pihak yang pernah terlibat dalam konflik itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
